Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis hal blog ini

Tampilkan postingan dengan label Kuratorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuratorial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2014

Jim Supangkat : Model Kurator Seni Modern Indonesia

Artikel Terkait

Tantangan Seni Rupa di era GlogalSeni Modern - Tradisional -Indonesia Diramu oleh Nasbahry Couto

Catatan :  Jim adalah teman seangkatan waktu kuliah di ITB dahulu (angkatan 1970), penulis masuk jurusan Komunikasi, sedangkan Jim jurusan patung. Sekolah bisa sama, tapi nasib berlainan. Rasanya menarik untuk menuliskan tentang  orang yang satu ini. Di bawah ini disertakan artikel kuratorial Jim tentang lukisan "realisme" gaya Yogya, Chusin Setiadikara.
Catatan penulis. Ini hanya sebuah analogi, hal yang agak istimewa, sejak awal sekolah seni di Yogya memang melatih murid-muridnya untuk menggambar secara benar. Walaupun Chusin bukan alumni Yogya, sebab dia pada dasarnya otodidak dan pernah belajar pada pelukis Lee Man Fong.

Jim Supangkat bernama lengkap Jim Abiyasa Supangkat Silaen. Pria yang lahir 2 Mei 1948 di Makassar, Sulawesi Selatan ini banyak mewarisi darah seni dari paman dan kakeknya. Sehingga wajar bila sejak kecil ia telah mulai melukis dan bercita-cita menjadi pelukis. Kehidupan berkesenian memang telah dirasakannya sejak kecil. Terlebih lagi, ayahnya adalah kolektor benda seni. Tahun 1975, Jim menyelesaikan pendidikan seni dari Fakultas Seni Rupa ITB, Bandung.

Kamis, 25 Juli 2013

Seni Menurut Pandangan Kolektor dan atau Galeries (Galeri Art Forum di Singapura)

Diramu oleh Nasbahry Couto

1.Distribusi Pekerjaan Seni



Seniman menurut Becker[1] perlu cara untuk mendapatkan dukungan publik dan menghasilkan uang untuk menghidupi dirinya sendiri. Misalnya karya seni rupa yang dikembangkan itu dapat memiliki sistem distribusi yang terikat kepada sistem ekonomi yang lebih besar. Distribusi itu, sering melibatkan perantara khusus (misalnya dealer dalam seni lukis). Sampai batas tertentu, sistem distribusi seni tercipta karena seniman dapat membatasi apa yang mereka buat adalah khusus untuk yang dapat dijual, tetapi sistem dapat mengakomodasi beberapa perubahan, seniman dapat pergi ke luar dari sistem itu, dan sistem distribusi beberapa jenis seni mungkin ada dalam dunia seni secara bersamaan.

Disukai Pengunjung