Artikel Terkait
Diramu oleh Nasbahry Couto
Jim Supangkat bernama lengkap Jim Abiyasa Supangkat Silaen. Pria yang lahir 2 Mei 1948 di Makassar, Sulawesi Selatan ini banyak mewarisi darah seni dari paman dan kakeknya. Sehingga wajar bila sejak kecil ia telah mulai melukis dan bercita-cita menjadi pelukis. Kehidupan berkesenian memang telah dirasakannya sejak kecil. Terlebih lagi, ayahnya adalah kolektor benda seni. Tahun 1975, Jim menyelesaikan pendidikan seni dari Fakultas Seni Rupa ITB, Bandung.
Diramu oleh Nasbahry Couto
Catatan
: Jim adalah teman seangkatan waktu kuliah
di ITB dahulu (angkatan 1970), penulis masuk jurusan Komunikasi, sedangkan Jim
jurusan patung. Sekolah bisa sama, tapi nasib berlainan. Rasanya menarik untuk
menuliskan tentang orang yang satu ini. Di bawah ini disertakan artikel kuratorial Jim tentang lukisan "realisme" gaya Yogya, Chusin Setiadikara.
Catatan penulis. Ini hanya sebuah analogi, hal yang agak istimewa, sejak awal sekolah seni di Yogya memang melatih murid-muridnya untuk menggambar secara benar. Walaupun Chusin bukan alumni Yogya, sebab dia pada dasarnya otodidak dan pernah belajar pada pelukis Lee Man Fong.
Jim Supangkat bernama lengkap Jim Abiyasa Supangkat Silaen. Pria yang lahir 2 Mei 1948 di Makassar, Sulawesi Selatan ini banyak mewarisi darah seni dari paman dan kakeknya. Sehingga wajar bila sejak kecil ia telah mulai melukis dan bercita-cita menjadi pelukis. Kehidupan berkesenian memang telah dirasakannya sejak kecil. Terlebih lagi, ayahnya adalah kolektor benda seni. Tahun 1975, Jim menyelesaikan pendidikan seni dari Fakultas Seni Rupa ITB, Bandung.

